Sabtu, 01 September 2012

Kaulah yang Berkuasa


KAULAH YANG BERKUASA - REGINA PANGKAREGO


Kau yang telah bentangkan langit
dan letakkan dasar bumi
pasti telah merancangkan hidupku
di atas dasar kasihMu
Kau yangg t'lah datang ke dunia
tuk selamatkn ku ke syurga
pasti sanggup memelihara hidupku
sampai memutih rambutku
 
bagi ku Kaulah yang berkuasa
mengatur segalanya
padamu berserah
bagiku dari Mu lah segala
yang baik dan indah
Kau yang ku percaya

Kamis, 09 Agustus 2012

Belajar Dari Film

 

Hari ini ketika membaca-baca http://id.berita.yahoo.com/. Penulis menemukan artikel yang menarik ini. Siapa yang tidak tahu film Batman "The Dark Knight Rises"?? Pasti pada tahu kan?? yah meskipun gak pasti semua sudah nonton, tapi setidak-tidaknya, pasti tahu kemunculan film ini. Film yang makin terkenal karena kasus penembakan di luar negri itu. (Wah... makan korban)

Yahh.. penulis sempat menonton film ini dan tertarik dengan ceritanya. Well ketika melihat judul yahoo di bawah ini, penulis tertarik membacanya dan ternyata artikelnya bagus. Coba di baca yahh...!

 

4 Pelajaran Cinta dari "The Dark Knight Rises"

 **SPOILER ALERT**
Tulisan ini disarankan hanya dibaca bagi mereka yang sudah menonton “The Dark Knight Rises”, karena mengandung bocoran-bocoran alur dan kejutan cerita yang dapat mengurangi pengalaman menonton.

“The Dark Knight Rises”, seperti yang kita tahu, adalah akhir trilogi Batman yang dibuat oleh Christopher Nolan. Penantian selama hampir 9 tahun, akhirnya terselesaikan dengan (hampir) sempurna. Secara pribadi, saya memberikan nilai 9 dari 10 untuk “The Dark Knight Rises”.
Tapi saya tidak akan membahas The Dark Knight Rises dari segi alur cerita, akting pemain dan hebatnya arahan Nolan. Saya akan menunjukkan beberapa pelajaran penting terkait dengan percintaan yang bisa kita ambil dari film ini. Apa saja?

1. Jangan gunakan surat untuk menyatakan perpisahan. 

Mari mulai dari film sebelumnya, “The Dark Knight”. Saat itu, Bruce Wayne sempat menjalin hubungan khusus dengan Rachel Daws. Padahal, Rachel juga sedang pacaran dengan Harvey Dent, jaksa baru Gotham (bahkan superhero pun mengalami drama percintaan).
Singkat cerita, Rachel akhirnya memutuskan untuk memilih Harvey. Alasannya, ia lebih mencintai Harvey dan menganggap Bruce tidak akan bisa berhenti menjadi Batman. Lalu, bagaimana cara Rachel menyampaikan pesan perpisahan ini? Bukan lewat email, SMS, atau #nomention di Twitter. Tapi melalui … sepucuk surat. Rachel menitipkan surat perpisahan itu pada Alfred, beberapa saat sebelum ia diculik (dan kemudian tewas karena ledakan bom). Alfred, yang melihat Bruce sangat terpukul atas kematian Rachel, memutuskan tidak menyerahkan surat itu melainkan membakarnya.

Pelajaran penting: Jangan gunakan medium apa pun untuk menyampaikan pesan penting terkait dengan hubungan asmara kamu. Tidak terkecuali pada medium komunikasi masa kini seperti SMS, pesan instan, atau bahkan telepon. Pesan kamu bisa-bisa tidak akan pernah sampai.  Mungkin, Bruce akan lebih mudah melanjutkan hidup jika saja Rachel memberanikan diri bertemu dan mengatakan langsung “Kita putus!”. Jadi dia tidak perlu bersedih terlalu lama. 

 

2. Rasa takut itu penting, termasuk dalam hubungan 

Saat Bruce dibuang ke dalam penjara bawah tanah, satu-satunya jalan keluar untuk kembali ke Gotham adalah memanjat keluar. Terhitung dua kali Bruce mencoba untuk memanjat dan melompat, tapi dia selalu gagal. Padahal dia sama sekali tidak kekurangan keberanian. Rupanya Bruce salah strategi. Seorang dokter penjara setempat mengatakan, agar bisa berhasil melompat, Bruce justru perlu merasa takut gagal. Takut mati. Seperti yang bisa ditebak, Bruce dengan sukses melompat dan kembali ke Gotham untuk selanjutnya menyelamatkan kota dari cengkeraman Bane. Happy ending. 

Pelajaran penting: Merasa terlalu aman dalam sebuah hubungan juga tidak baik. Kamu harus memiliki (sedikit) rasa takut akan kehilangan pasanganmu. Kepercayaan itu penting, namun jika kamu terlalu percaya dan seakan mengacuhkan pacarmu, bisa saja dia jadi merasa kamu tidak peduli sama sekali padanya. Jadi, takutlah sedikit. Pasanganmu pasti suka, kok.


3. Tegaskan hubungan di awal, hindari ‘friendzone’ 

Dari awal film, penonton digiring pada cerita seolah-olah Bruce Wayne dan salah satu rekannya, Miranda Tate, akan memiliki hubungan romantis. Tapi di akhir cerita, ternyata wanita ini adalah musuh utama Batman. Dan ternyata, Miranda Tate adalah anak R'as al Ghul — yang berhasil menyelamatkan diri dari penjara bawah tanah saat masih kecil. Padahal, lagi-lagi, penonton sudah digiring untuk percaya bahwa anak kecil yang berhasil memanjat keluar itu adalah Bane.

Bane juga jatuh cinta pada Miranda Tate. Wow! Kejutan yang menyenangkan di akhir film kan? Tapi, Miranda juga punya kejutan sendiri untuk Bane. "Goodbye my friend," kata Miranda ringan saat meninggalkan Bane dan Batman untuk meledakkan bom nuklir yang dapat menghabisi Gotham. Ckckck. Bane menyelamatkan Miranda dari penjara bawah tanah. Mendapat luka yang begitu parah (yang membuatnya mengenakan helm aneh seumur hidup). Menduduki kota Gotham. Melawan Batman. Menjadi musuh publik No. 1. Tapi apa yang didapatkan Bane sebagai ganjaran itu semua? Kenyataan pahit. Miranda selama ini hanya menganggapnya sebagai seorang teman.  

Pelajaran penting: Tegaskan hubungan kamu dengan si dia sedini mungkin. Jangan berlama-lama dalam proses pendekatan. Jangan berkorban terlalu banyak untuk sebuah hal yang belum pasti. Pastikan kamu punya tenggat waktu dan batas untuk dirimu berusaha demi mendapatkannya. Jangan tiru Bane, meski suara dan badannya memang cukup oke sebagai seorang laki-laki.

4. Jangan sedih jika lama jomblo. Superhero lebih menyedihkan 

Kamu jomblo bertahun-tahun? Sudah mendekati puluhan wanita tapi selalu saja ujungnya ditolak — atau bahkan terjebak friendzone, seperti Bane? Tenang, kamu tidak sendiri. Sadarilah bahwa superhero lebih kesepian dari kamu.
Di banyak film superhero, selalu ada seorang (atau lebih) wanita yang dekat dengan si pahlawan super. Tapi umumnya para wanita yang dekat dengan pahlawan ini nasibnya akan berakhir dengan diculik penjahat. Itulah mengapa para pahlawan super akan berkata pada wanita pujaannya, “Maaf, kita tidak bisa bersama. Bukan aku tidak sayang, tapi keselamatan kamu akan terancam jika tetap di sisiku."
Bila dipikir lebih lanjut, apa yang terjadi pada pahlawan super ini jauh lebih menyedihkan daripada dirimu yang sudah ditolak puluhan wanita. Bayangkan, kurang banyak apa lagi wanita yang ingin menjadi kekasih Bruce Wayne? Tapi satu wanita yang ia cintai, justru dibunuh oleh musuhnya, Joker. 

Pelajaran penting: Tetaplah optimis. Jika di atas awan masih ada awan, maka di bawah basement B1 masih ada basement B2, B3 dan lainnya. Betapa pahitnya kisah asmara kamu, yakinlah bahwa masih ada orang yang bernasib lebih buruk dari kamu. Berhenti mengeluh dan menghabiskan waktu membuat seluruh dunia tahu betapa nggak lakunya kamu, dan mulai usaha lagi. Fighting!

Minggu, 05 Agustus 2012

Jangan Pernah Lelah Berdoa

Doa Adalah Nafas Orang - Orang Percaya




(klik gambar untuk menghasikan ukuran besar

Sebuah Lagu Di saat Lelah

Gmb - Slalu Bersamaku



Sedalamnya hatiku Kaupun tahu
Dan kasih Mu tak jauh dalam jiwaku
Didalam kesesakan didalam kemenangan
Ku tahu Engkau selalu bersama ku

Sedalamnya hatiku Kaupun tahu
Dan kasih Mu tak jauh dalam jiwaku
Didalam kesesakan didalam kemenangan
Ku tahu Engkau selalu bersama ku

Hanya Kau tempat ku berlindung
Hanya Engkau lagu ku dan kekuatan ku
Ijinkanlah kudatang menyembah membawa syukur ku

Sedalamnya hatiku Kaupun tahu
Dan kasih Mu tak jauh dalam jiwaku
Didalam kesesakan didalam kemenangan
Ku tahu Engkau selalu bersama ku
 


   Terkadang, ada kalanya kita merasa lelah. Merasa tidak ada seorangpun yang mengerti diri kita. Merasa beban ini terlalu berat dan tidak ada tempat bagi kita untuk menuangkan apa yang kita rasakan pada orang lain. Saat itu adalah saat-saat tidak menyenangkan dan sering membuat kita jatuh.
   Sebuah lagu yang dinyanyikan oleh GMB -Selalu Bersamaku adalah sebuah lagu yang selalu menguatkan aku, disaat beban ini terasa terlalu berat, dan orang-orang disekelilingku, bahkan orang terbaik dalam hidupku tidak dapat dijadikan sebuah tempat berbagi kepenakan. Hanya aku dan Tuhan yang tahu. Dan lagu ini benar-benar luar biasa menguatkan, mengingatkan bahwa ada seseorang yang gak pernah lelah, gak pernah gak ada bahkan disaat tersulitpun. Dia mengerti, Dia tahu hati kita yang terdalam dan Dia adalah sosok yang tidak pernah diam, yang tak akan pernah  berdiam diri melihat anakNya yang meminta tolong. Allah yang sungguh luar biasa yang memberi kemenangan dan kelegaan.






Akan tetapi Bapamu yang disorga tahu, bahwa kamu memerlukan semua itu. Mat 6 :32b

Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita. Mat 8:17

tetapi oramg-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru; mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Yes 40:31

Tuhan Yesus memberkati guys.
God will make a way when there seems to be no way. Keep believe in God =)

Rabu, 06 Juni 2012

Berkumpul atau bersekutu??

  Umat Kristiani hari ini bukanlah suatu hal yang aneh. Meski umat Kristiani memliki jumlah yang minoritas di negara ini, akan tetapi menemukan umat Kristiani bukanlah hal sulit. Begitu juga dengan gereja. menemukan gereja di negara ini juga tidak sulit, meski berbagai rintangan seringkali mencoba membatasi pembangunan gereja. Ternyata fakta membuktikan bahwa gereja terus berkembang, pelayan-pelayan Tuhan tak pernah lelah untuk bekerja dan terus membangun gedung bagi berkumpulnya umat Kristiani. Akan tetapi, bagaimana dengan kekristenan umat Kristiani? Apakah sama dengan gereja? Terus berkembang atau kini kekristenan mulai luntur kehilangan identitas dan hanya menjadi sebuah tanda pengenal?? Apakah gereja hari-hari ini telah berfungsi sebagaimana gereja telah dibentuk pada awal mulanya?? Pada kesempatan kali ini saya mencoba berbagi fenomena-fenomena yang saya rasa secara pribadi adalah pertanda turunnya standard kekristenan hari-hari ini.

  Gereja adalah tempat berkumpulnya orang-orang kristiani, dimana didalam tempat ini mereka bersekutu dan bersama-sama menjadi satu, memuji dan menyembah Allah kita yang luar biasa. Setujukah anda dengan pendapat saya ini?? Saya rasa kurang lebih anda akan setuju. Gereja pada awal mulanya bukan ditunjukkan pada sebuah gedung yang mewah besar dan lebar seperti yang kita lihat hari-hari ini. Akan tetapi gereja pada awalnya adalah sebutan bagi sebuah tempat dimana orang-orang kristiani berkumpul, bersekutu dan memuji Allah. Tidak peduli dimanapun tempat itu, dimana mereka berkumpul tempat itu disebut gereja. 
Lalu hal yang ingin sedikit saya bagikan adalah apakah benar hari-hari ini gereja menjadi sebuah tempat bagi kita berkumpul, bersekutu, dan memuji Allah?? Ataukah gereja hari ini hanya menjadi sebuah rutinitas dimana bila kita ingin beribadat kita akan pergi kegereja, kemudian kita berdoa, liturgi atau susunan acara dimulai, kita bernyanyi mendengarkan khotbah dan kemudian pulang kerumah masing-masing?? Lalu pertanyaannya yang patut dipertanyakan adalah dimana letak kita bersekutunya?? Dimana letak kita  bersatu berkomunikasi dan bersosialisasinya?? Apakah Tuhan hanya ingin kita datang dan pergi begiitu saja?? Atau Tuhan ingin kita berkumpul, bersosialisasi, berbagi dengan saudara-saudara seiman kita?? Bila kita ingin mengetahuinya tentu saja kita harus belajar pada gereja mula-mula, dimana ternyata pada gereja mula-mula terjadi sesuatu yang berbeda pada gereja hari-hari ini. Dimana gereja mula-mula ternyata memliki kasih, mereka berkumpul bersama, berdoa, dan juga berbagi apa yang mereka miliki. Alkitab mencatat bahwa tiap harinya selalu ada orang yang membagikan hartanya, menjualnya dan berbagi bersama saudara seiman dan jumlah mereka meningkat dengan dahsyat. Dari hal ini maka terlihat bahwa gereja mula-mula tidak hanya berkumpul, tetapi mereka membentuk sebuah komunitas dimana mereka mempraktekkan kasih yang menjadi kunci utama ciri orang kristiani, dimulai dari sesama saudara seiman hingga ke seluruh manusia dibumi. Mereka membentuk sebuah ikatan, bukan hanya bersekutu, tapi menjadi saudara seiman dalam Yesus Tuhan. 
  Akan tetapi realita hari-hari ini bukanlah seperti itu yang terjadi pada gereja. Gereja kini tidak jarang hanya menjadi tempat ibadat saja, dimana jemaat datang duduk dan ketika ibadat telah selesai dengan cepat semua jemaat akan menghilang dalam hitungan menit, dan gereja segera menjadi tempat yang sepi tidak lama kemudian. Menjadi saksi bahwa beberapa menit yang lalu banyak orang kristiani berkumpul akan tetapi dengan tempo singkat telah menghilang. Tidak ada satu ikatan, tidak ada rasa saling berbagi. Datang berdoa dan pergi. Sungguh suatu hal yang ironi. Bahkan untuk hal yang kecil tidak jarang kita menemukan ketika jemaat saling bersalaman, mereka hanya mau bersalaman bagi golongan atau teman mereka sendiri, dan selebihnya mereka tidak mau atau ingin bersalaman dengan saudara yang mungkin ada didepan atau sisi kiri-kanan mereka. Apakah itu orang-orang kristiani?? Bahkan ada juga gereja 1 jam. Dimana jemaat datang beribadat dan pulang dalam waktu 1jam. Mungkin karena terbatasnya waktu sehingga kita tidak memliki waktu lagi untuk berbagi bersama membentuk sebuah angkatan yang takut akan Tuhan. Beberapa beralasan bahwa kita tidak berkumpul bersama karena ada waktu lain dimana dalam kegiatan gereja itu kita bisa berkumpul bersama, bukan ketika beribadat. Yah hal itu benar juga, tapi tidakkah kita sadari berapa persen orang yang saling berkumpul dalam waktu tertentu? Bukankah hanya sedikit? Dan bila kita sadari, kita hanya akan menemukan orang yang sama yang berkumpul dan bersekutu dikegiatan yang berbeda-beda, dan lebih dari pada itu sebagian besar jemaat tidak kita temukan kecuali hanya dalam suatu ibadat.

  Ini adalah salah satu hal yang ingin saya bagikan. Mungkin ada beberapa orang yang bertanya seberapa pentingkah ini?? Bukankah kita sudah beribadat kita sudah bergereja gak kumpul-kumpul atau mengenal saudara-saudara kita juga tidak masalah yang penting sudah berdoa. Dengan tegas saya tidak setuju dengan anda. Hal ini sangat penting! Seseorang disebut sebagai seorang kristiani bukan karena ia rajin beribadat akan tetapi karena memiliki kasih dan iman tanpa perbuatan adalah mati. Kita pengikut Kristus dan kita harus mempunyai sifat yang sama dengan Allah kita.
   Semoga di hari-hari yang semakin jahat ini, kasih di antara orang-orang percaya tidak menjadi dingin, dan semoga kita mulai mau membentuk komunitas yang sehat dimana kita dapat saling menguatkan dan berbagi tanpa memandang siapa kita atau darimana latar belakang kita.



Kiranya artikel ini memberkati saudara, berikan masukkan anda pada kolom komentar.

Jumat, 25 Mei 2012

Salah kata??


5 Kata-Kata yang Sering Kita Pakai Tanpa Tau Artinya ?

Nggak semua orang Indonesia mengerti dengan sempurna bahasanya sendiri, terutama untuk di forum formal. Kalau untuk bergaul sehari-hari sih nggak terlalu masalah. Ini dia Bahasa Indonesia salah kaprah yang sering ‘keceplosan’ dipake di forum formal:

1. Rubah
Di kelas pasti kamu pernah diskusi sama teman sekelas atau guru, “Bagian ini harus dirubah.” Apa itu dirubah? Dibuat jadi rubah? Dijadikan rubah? kita kasih tau, yang benar itu ternyata “ubah”, “diubah”, atau “mengubah”.




2. Absen
“Eh, nitip absen dong!” salah satu teman kamu pasti pernah bilang ini ke kamu. Itu artinya dia nitip untuk nggak dihadirkan di kelas, soalnya “absen” itu artinya tidak hadir.
 


3. Acuh
Biasanya kata ini digunakan salah kaprah dalam lirik lagu. Di beberapa lagu, kata “acuh” diartikan nggak peduli, padahal “acuh” itu sendiri artinya peduli. Jadi, kalau nggak peduli jadinya tidak acuh.



4. Seronok
Pernah ada pejabat yang menyinggung soal pakaian, melarang orang untuk berpakaian tidak seronok. “Seronok” itu artinya enak dilihat. Jadi kalau menyuruh orang untuk berpakaian tidak seronok, berarti menyeruh mereka untuk berpakaian yang tidak enak diliat, misalnya: pake baju yang glitter-an sampe bikin sakit mata.




5. Geming
“Diam tak bergeming”, itu salah satu contoh kalimat yang kata di dalamnya kurang tepat. “Bergeming” itu artinya diam tidak bergerak.